Laravel adalah PHP framework yang paling populer di Indonesia. Kalau kamu udah penasaran gimana cara bikin website modern dengan Laravel, atau kamu developer yang pengen level up dari native PHP, Laravel 13 adalah waktu yang tepat untuk belajar.
Series "Belajar Laravel 13 dari Nol" ini bakal membimbing kamu dari setup pertama sampai bisa bikin aplikasi web nyata. Di episode pertama ini, kita fokus ke: kenapa Laravel 13 worth dipelajari, apa aja yang perlu disiapkan, dan gimana cara install dengan benar.
Kenapa Belajar Laravel 13 di 2026?
Laravel 13 bukan sekadar update minor. Framework ini terus berkembang mengikuti best practice industri. Beberapa keuntungan belajar Laravel 13 dibanding versi lama atau framework lain:
- Dokumentasi lengkap dan community besar — kalau kamu stuck, cari di Google atau Stack Overflow pasti ada jawabannya
- Banyak tools siap pakai — authentication, database migration, testing, API building—semua built-in, tidak perlu install library tambahan yang ribet
- Cocok untuk startup dan enterprise — dari MVP sampai aplikasi besar, Laravel bisa scale
- Job market Indonesia terus cari Laravel developer — skill ini langsung bisa monetize
Sebelum lanjut, lihat tabel perbandingan singkat apa aja yang baru di Laravel 13 dibanding Laravel 12:
Fitur Baru Laravel 13 vs Laravel 12
| Fitur | Laravel 12 | Laravel 13 |
|---|---|---|
| PHP Minimum | 8.2 | 8.3 |
| Database Encryption | Terbatas | Enhanced & Built-in |
| API Response Builder | Manual | Lebih streamlined |
| Queue & Job Handling | Ada | Lebih reliable & faster |
| DevTools Integration | Basic | Lebih lengkap debugging tools |
Jangan khawatir kalau kamu belum paham apa itu migration atau queue—akan kita bahas di episode berikutnya. Yang penting tahu: Laravel 13 membuat development jadi lebih cepat dan kode jadi lebih aman.
Prasyarat Sistem: Apa yang Harus Kamu Siapkan
Sebelum install Laravel 13, pastikan komputer kamu sudah memenuhi spesifikasi minimal:
- PHP versi 8.3 atau lebih baru — Laravel 13 require PHP 8.3 minimum (bukan 8.2)
- Composer — package manager untuk PHP (seperti npm untuk Node.js). Download dari getcomposer.org
- Node.js 18+ — diperlukan untuk build assets frontend (CSS, JavaScript)
- Database (opsional di tahap awal) — MySQL 5.7+, PostgreSQL, SQLite, atau yang lain. Untuk belajar, SQLite paling simple
- Code editor — Visual Studio Code recommended (gratis)
Kalau kamu belum install salah satu dari atas, setup dulu sebelum lanjut ke step berikutnya. Pastikan semua terdeteksi dengan benar di terminal/command prompt kamu.
Cara Install Laravel 13 (2 Metode)
Ada dua cara install Laravel 13. Kita bahas dua-duanya supaya kamu bisa pilih yang paling comfortable:
Metode 1: Via Composer (Paling Umum)
Buka terminal/command prompt, kemudian jalankan perintah ini:
composer create-project laravel/laravel nama-project-kamuGanti nama-project-kamu dengan nama folder project kamu. Contoh: belajar-laravel, my-app, atau apa saja. Composer bakal download semua file Laravel dan dependency-nya secara otomatis. Proses ini bisa memakan waktu 2-5 menit tergantung kecepatan internet kamu.
Setelah selesai, masuk ke folder project:
cd nama-project-kamuMetode 2: Via Laravel Installer (Lebih Cepat)
Kalau kamu sering bikin project Laravel, install Laravel Installer sekali saja:
composer global require laravel/installerSetelah itu, bikin project baru bisa pakai perintah yang lebih pendek:
laravel new nama-project-kamuHasilnya sama dengan Metode 1, hanya lebih cepat dan ringkas. Pilih salah satu metode yang kamu suka.
Jalankan Development Server Pertama Kamu
Setelah install selesai, saatnya jalankan Laravel di browser kamu. Masih di dalam folder project, ketik perintah ini:
php artisan serveTunggu beberapa detik. Di terminal kamu akan melihat output seperti:
INFO Server running on [http://127.0.0.1:8000]Buka browser kamu (Chrome, Firefox, Safari, terserah), ketik URL: http://localhost:8000 atau http://127.0.0.1:8000. Jika berhasil, kamu bakal lihat welcome page Laravel yang cantik dengan logo Laravel dan beberapa link ke dokumentasi.
Selamat! Itu artinya Laravel 13 kamu sudah berjalan dengan sempurna. Kalau kamu lihat halaman putih atau error, jangan panic—lanjut ke section troubleshooting di bawah.
Troubleshooting Masalah Umum
Kemungkinan kamu ketemu error saat setup. Ini beberapa yang paling sering terjadi dan cara mengatasinya:
Error: "The PHP version is not supported."
Ini berarti PHP kamu versi kurang dari 8.3. Cek versi PHP kamu dengan perintah:
php --versionKalau versi kurang dari 8.3, update PHP kamu. Cara berbeda tergantung OS kamu (Windows, Mac, Linux). Google "update PHP ke 8.3 [nama OS kamu]" dan ikuti tutorial resmi.
Error: "Extension 'ext-xxxx' not found." (misalnya ext-mbstring atau ext-bcmath)
PHP kamu kurang beberapa extension (tambahan fitur PHP). Cari file php.ini di komputer kamu (di PHP installation folder), buka dengan text editor, cari line yang sudah ada extension tsb tapi di-comment (ada tanda ; di depannya), hapus tanda tersebut, dan save file. Restart web server kamu. Kalau masih bingung, cari tutorial "enable PHP extension [nama extension]" di YouTube.
Error: "Composer command not found"
Composer belum terinstall atau belum di-add ke PATH sistem. Download dan install Composer dari getcomposer.org sesuai OS kamu.
Error: "Port 8000 already in use"
Port 8000 sudah digunakan aplikasi lain. Gunakan port lain dengan perintah:
php artisan serve --port=8001Atau port berapapun yang belum terpakai. Kemudian buka browser di http://localhost:8001.
Error: "Class 'Illuminate...' not found" atau error saat jalankan php artisan
Biasanya karena dependency belum lengkap. Jalankan ulang:
composer installatau jika sudah ada:
composer updateKalau masih error, coba hapus folder vendor dan jalankan composer install lagi dari awal.
Kesimpulan
Kamu sudah berhasil setup Laravel 13 dan lihat welcome page-nya di browser—itu pencapaian pertama yang bagus! Dari sini, kamu sudah punya foundation untuk mulai belajar ke hal-hal lebih dalam.
Episode 2 dari series "Belajar Laravel 13 dari Nol" bakal bahas struktur folder Laravel—kenapa ada folder app, routes, resources, dan lain-lain, serta file apa aja yang penting kamu pahami untuk mulai coding. Stay tuned!